In Friends,

I'll hug you

Menuliskanmu ditengah malam seperti ini jadi sangat menyenangkan. Sebenarnya aku utang cerita kemarin malam. kemarin malam mestinya aku mengetik habis-habisan apa yang kita alami kemarin. padahal konsepnya sudah tertata rapi, antri keluar dari kepalaku. remember when I hold your hand, itu waktu dipete-pete *angkot. saat itu kepalaku sudah full dengan ide tulisan untukmu. tapi sayang, kemarin malam moodku amburadul gak karuan. walhasil antrian...

Continue Reading

In Daily move,

03/08/2012

maafkan aku menganggapmu tak memiliki perasaan. maafkan aku membuatmu menuliskan kekecewaan. maafkan aku untuk penilaian sadis ini. tapi semua ini entah dari mana asalnya. entah dari isi kepalaku yang payah atau hatiku yang membatu atau tragedi kebohongan lalu. maafkan aku karena sisi lain hatiku mengatakan aku begitu sadis menilai seorang manusia. jika saja bisa kusampaikan detail isi tubuhku ini, hingga kamu bisa melihat...

Continue Reading

In Mind's Talk,

redup

"tak ada yang salah, yang terjadi hanya sebuah rasa yang tak tersampaikan oleh tindakan dan baris kata" sebuah pesan singkat. inilah yang tak bisa kumengerti dari sebuah penyampaian rasa. yang aku percaya bahwa rasa itu dapat tersampaikan dari hati ke hati. mungkin ini hal gila yang memuakkan. tapi hanya itu yang bisa kulakukan. aku hanya mampu merasakan rasamu melalui hatiku. bukan melihat tindakan...

Continue Reading

In Daily move,

it's not fairy tale

cerita ini bukan tentang hal-hal magic yang mampu membuat sebuah kembang api tetap menyala diguyur derasnya hujan. dan didalamnya tak selalu berakhir bahagia. dan akhirnya sampai juga ditahap ini. dimana dia takkan pernah lagi menyalakan kembang apinya, tak mengharap hujan lagi, bersiap tak melihat pelangi. kemarau panjang akan segera datang.  sepertinya ini kembang api terakhir, tak kan ada lagi berikutnya. sebaiknya menikmati hal...

Continue Reading

In Daily move,

jangan baca ini!

Akhirnya menulis juga, walau entah nanti hasilnya akan jadi seperti apa. malam ini sepertinya keinginan ini tak bisa dibendung lagi. sedari tadi melompat-lompat dikepalaku, untuk segera dilepas. menulis memang jadi sangat menyenangkan saat perasaan seperti ini melanda. perasaan yang entah bagaimana mendefinisikannya. saya benar-benar tidak tahu. hanya satu yang bisa saiya lakukan, duduk diam dan mengetik. rasanya seperti es yang sedang meleleh, udara...

Continue Reading