­
In Mind's Talk,

For the First Time : Rhinolith Surgery

Setelah sebelumnya saya mengalami vertigo (Selasa, 1 November 2016), kemudian flunya ndak sembuh-sembuh meski sudah minum obat dan ke dokter. Akhirnya saya balik lagi ke klinik dan ibu dokter ngasih rujukan ke dokter THT. Besoknya saya masuk kantor dan lebih memilih ikut meeting daripada ke RS Grestelina yang jauhnya masha Allah :D, pas jam istirahat akhirnya balik lagi ke klinik keluarga buat minta...

Continue Reading

In Mind's Talk,

November, you hit me so hard.

Jari tengah saya pernah terkena plastik panas yang saya bakar secara sadar, keisengan anak SD di malam hari yang suka main api sungguhan. Hal pertama yang muncul dikepala saya adalah menyembunyikan kecerobohan saya, lelehan plastiknya mengendap sekian detik dikulit. Saya cari air, saya ingin menyembunyikan jari saya. Jarinya saya celupkan dalam gelas, tak ada gunanya. Saya menarik kembali jari saya dari gelas, lalu...

Continue Reading

In Makassar,

Menyapa Makassar dalam Sepucuk Surat Merah Muda

Beberapa bulan yang lalu saya mengunggah sebuah postingan di instagram. "Percakapan pagi ini...  T : Gimana yah perasaan masyarakat kota ini, yang lahir dan tumbuh disini. Menyaksikan secara perlahan tanah merayapi lautan. Bangunan berdiri kokoh satu persatu.  R : Reklamasi yang membentuk kota Ten, kan kita tahu daratan semakin sempit. Lagipula ekosistem disekitar sini juga sudah rusak. Yang penting,, jangan sampai jauh kesana...

Continue Reading

In Sajak,

Kembali gelap

Entah kita sedang berpura-pura lupa atau memang telah benar-benar lupa. Entah aku yang akan melangkah pergi atau memang tak pernah ada yang sejalan.  Perkara seperti ini,  masih saja menipu, melemahkan,  membutakan dan entah apa lagi selanjutnya.  Aku belajar,  tadinya seperti itu.  Belakangan sepertinya tak ada yg belajar.  Aku hanya hilang.  Dalam terang benderang,  menyilaukan sesaat.  Terlalu dini.  Terbuai.  Tak berarti.  Gelap.  Berarti.  Menyadarkan....

Continue Reading

In Sajak,

Dalam, memeluk gelap.

Jika dipanggil saat ini, Ingin bintang itu jadi teman terakhir Setiap malam selalu ada disana Kerlipnya diantara gelap Menyapa diam-diam Jika diberi kesempatan sekali lagi Masih saja menginginkan bintang itu Mengajari untuk tidak berpura-pura Menginginkan sesuatu berlebihan Belajar menyerahkan,  melepaskan. Jika bintang hilang, Gelap tak kan menyengsarakan. Kita telah berteman, Sedari bintang belajar menyapa lewat kerlip. Sudah sedekat itu hubungan dengan gelap.  ...

Continue Reading

In Makassar, Mind's Talk

Macet di Makassar : Peningkatan Kreatifitas dan Kontrol Emosi

saat clipart lebih lucu dari gambar asli (source) Kemarin saya naik gojek ke klinik yang berlokasi di jalan A.P. Pettarani. Saya dijemput gojek di kosan pukul 5 lewat 15 menit kalau ndak salah,. Dan eng-ing-eng, entah berdasarkan pertimbangan apa sampai pak gojek memilih jalur rappocini yang kendaraannya sudah mengular dimana-mana. Biasanya saya ke klinik lewat jl. pelita dan itu cuman makan waktu kurang...

Continue Reading

In Jalan-jalan,

Bantimurung : Mari Sejenak Lupa

Terkadang atau malah keseringan, kaki membawa saya ketempat yang mengagumkan tanpa perlu banyak perencanaan. Tanpa perlu berlelah-lelah dengan banyak pertimbangan. Dalam beberapa hal, kita harusnya segera melakukan, segera berjalan tanpa banyak pertimbangan, ketakutan, expectasi dan segala bla-blanya. Yah, terkadang spontan itu memberikan banyak keseruan. Seperti weekend kemarin, saya liburan dadakan. Awalnya hanya terselip dichat keinginan hiking saat ngobrol bareng yaya. Tau-taunya doi juga...

Continue Reading

In Sajak,

3 kalimat

Binar bintang tumpah ruah di sepasang bola mata. Pemiliknya setia menatapku setiap hari Tuhan, surgaku memijak bumi. ...

Continue Reading

In Mind's Talk, Sajak

Yang Pernah Patah

Setelah patah Tak ada alasan untuk menatap bintang di langit Atau menghabiskan waktu kala hujan rintik-rintik hingga kalap membasahi bumi Bahkan menghirup aroma bumi selepas hujan usai, tidak lagi melegakan Setelah patah Kesenangan dan gairah menjadi langka Bintang, rintik hujan, angin dan petrichor hanya membuat hampa Setelah patah Sedih selalu menculik kala sendiri Setelah patah Meninggalkan hal-hal sendu Tenggelam dalam gelak tawa agar...

Continue Reading

In Letter for Me, Review Film

Inferno dan Mimpi lain di Masa Depan

inferno/in·fer·no/ /inférno/ n 1 neraka; 2 tempat atau keadaan yang menyerupai neraka (sangat tidak menyenangkan) Mimpi, keinginan, harapan, pemahaman bisa datang dari mana saja, salah satunya dari Film. Ada banyak hal yang saya inginkan atau hal sulit yang kemudian bisa dipahami, berasal dari film. Saya bisa tenggelam dalam lembar-lembar tulisan, hilang saat blogging, lalu menjelajah saat menyasikan film.  from here Film ini mengekspos Italia (firence dan venice), tapi tidak...

Continue Reading

In Review Film,

Snowden : Dramatisasi dari Kisah Nyata

Salah satu film panjang yang saya saksikan minggu ini, Snowden. Film ini diangkat dari dua buah novel yang digabungkan yaitu "Time of the Octapus" dan "Snowden, the Inside Story of the World's Most Wanted Man"  (based on referensi). Sebelum film ditayangkan, muncul tulisan besar di layar "DRAMATIZATION OF REAL EVENTS". Tadinya saya mengira ini adalah true story, entah saya baca sepintas dari sumber...

Continue Reading

In Daily move, Jalan-jalan

Review : Merkado Restoran by Melia Hotel

Setelah janji di postingan sebelumnya, kali ini saya akan melunasi hutang review tentang dessert yang saya cobain di Merkado Restaurant (bahasa spanyol, artinya pasar), resto ini terletak di lantai 6 Hotel Melia, terbuka untuk umum kok. Kalian bisa banget berkunjung ke sini, mau bareng keluarga, pasangan, anak atau cuma sendiri doang. Harga Makanannya berkisar 50 ribu up, kalau cake-cakenya 30-an deh. tampilan Merkado...

Continue Reading